Orchid Forest Cikole, Wisata Instagramable di Bandung

Orchid Forest Cikole, Wisata Instagramable di Bandung

Bandung sebagai kota penghasil teteh-teteh lucu nan menggemaskan emang sudah tidak diragukan lagi untuk wisata dan kulinernya. Maka dari itu banyak warga Jakarta yang menyempatkan diri berlibur ke Bandung saat weekend untuk sekedar melepas penat atau bela-belain nyamperin pacar buat yang LDRan sama mojang Bandung. Nah di Bandung ini ada tempat wisata yang beberapa waktu lalu sempet ngehits dan muncul di timeline instagram, salah satu wisata instagramable Bandung di Orchid Forest Cikole menjadi tujuan utama beberapa anak muda di bandung bahkan wisatawan mancanegara kalo lagi berlibur di Bandung, terutama daerah Lembang.

Orchid Forest Logo

Orchid Forest berada di kawasan Bandung Barat di daerah Cikole, Lembang yang udah terkenal dengan udaranya dan dingin, lebih tepatnya berada di Jl. Tangkuban Perahu Raya KM 8 Cikole Lembang. Gampangnya sih kalo dari bandung kota lewat setiabudi ke arah lembang trus ambil rute ke Gunung Tangkuban Perahu nanti tinggal cari aja ada papan bertuliskan Orchid Forest, patokannya deket sama Grafika Cikole untuk pintu masuknya. Untuk harga tiket masuknya Rp. 35.000/orang dan ditambah biaya parkir mobil Rp. 10.000. Cukup mahal sih untuk ukuran harga tiket masuk, tapi apakah worth antara harga tiket dengan pengalaman yang kalian dapat? biar ga penasaran, makanya lanjut baca aja yah.

Gerbang masuk orchid forest cikole
Gerbang masuk orchid forest cikole 2

Gue pribadi sih udah beberapa kali kesini, yah karena waktu itu belum sempet explore semua tempatnya, kebetulan nyokap juga doyan bener sama yang namanya anggrek makanya seneng kalo diajak kesini. Begitu kalian masuk dari parkiran, kalian nanti akan menemukan pintu masuk Orchid Forest yang gue bilang cukup megah dan keren. Disini petugas akan meminta tiket yang sudah kalian bayar di depan saat pertama kali masuk ke kawasan Orchid forest dari jalan raya utama, jadi jangan langsung dibuang atau ditinggal di mobil yah tiketnya. Tenang aja ga perlu bayar lagi kok, cuma ngebolongin karcis aja disini.

Pemandangan yang disuguhkan disini adalah pohon pinus sejauh mata memandang, dan sesekali ada spot-spot foto buat kalian yang doyan selfi seperti dek diatas pohon yang diakses melalui tangga dan spot lainnya. Meskipun kawasannya adalah hutan pinus, tapi tenang aja ga bakalan kalian injek tanah merah khas hutan karena semua kawasan ini sudah diberikan paving block sepanjang rute perjalanan dan dihiasi aneka macam tanaman warna warni di pinggirnya. Untuk rutenya sendiri sangat mudah, tinggal ikutin aja jalan setapak dari pintu masuk dan kalian akan melewati banyak spot foto maupun wahana yang disediakan dan akan menuntun kalian hingga rute berakhir di pintu keluar Orchid Forest Cikole. Tenang aja ga perlu takut capek nanjak jalan kaki, karena kontur tanah jalanannya menurun, jadi ga perlu capek-capek jalan di tanjakan di dalam kawasan Orchid Forest ini.

spot foto dek di orchid forest cikole

Luas kawasan Orchid Forest seluas 14 Hektar, dan itupun menurut info akan di kembangkan lagi karena nantinya bakalan ada area untuk downhill dan trek untuk main moto cross. Buat kalian yang laperan dan pengen ngunyah mulu, di dalam kawasan ada beberapa tempat makan dan tempat ngopi untuk sekedar bersantai dan istirahat sejenak. Harga makanannya sih standar tergantung pesanan kalian, sekitar Rp. 30.000 untuk makanan berat. Selain tempat makan dan kopi, sepanjang rute juga disediakan banyak area tempat duduk buat kalian yang dengkulnya lemes karena kebanyakan jalan jadi ga perlu khawatir cari tempat istirahat kalau kecapean.

Ini kawasan hutan pinus tapi kok dinamain Orchid Forest? kok ga dinamain pine forest aja sih? woohh bener sih disini emang kawasannya hutan pinus, tapi konsep Orchid Forest itu adalah hutan anggrek yang bisa kalian lihat sepanjang mata memandang. Kalian akan menemukan aneka macam anggrek baik itu yang bertengger di batang pohon pinus ataupun dipajang di Orchid House. Bahkan ada klinik anggrek nya juga, buat ngobatin tanaman anggrek yang lagi demam ataupun flu bersin-bersin, atau mungkin anggrek yang patah hati ditinggal pacar pas lagi sayang-sayangnya (loh ini anggrek apa manusia sih??). Maka dari itu nanti kalian akan menemukan sebuah bangunan seperti rumah kaca berbentuk segitiga yang di dalamnya kalian akan menemukan berbagai macam anggrek dari Indonesia maupun dari Amerika dan Peru. Di dalam bangunan nanti kalian ikutin jalan setapak yang di kiri dan kanan nya penuh dengan aneka macam tanaman anggrek yang dilindungi dengan kotak kaca untuk menghindari tangan-tangan jahil yang doyan petik tanaman sembarangan. Banyak spot foto menarik di dalam bangunan ini, dan yang mau berfoto ramean, bisa minta tolong fotoin sama petugas yang standby didalem bangunan Orchid House ini.

Mengikuti jalan setapak nanti kalian akan menemukan spot selanjutnya, diantaranya yaitu Rabbit Forest. Jangan mikir kalian bakal nemuin aneka pepohonan berbentuk kelinci yah, mana adaaa. Di Rabbit Forest ini masuknya gratis dan kalian bisa interaksi sama kelinci-kelinci lucu yang lari-larian kesana kemari dan kalian juga bisa kasih makan dengan beli seiket wortel seharga Rp. 8.000 di loket depan deket pintu masuk Rabbit Forest. Kelinci disini lucu-lucu, bisa kalian ajak main, gendong-gendong, bahkan mereka bisa jadi pendengar yang baik kalo kalian pengen curhat. Oh ya meskipun disini kalian bebas mau ngapain aja sama si kelinci, tapi inget yah jangan disiksa kelinci nya. Kalo mau gendong, angkat badannya, jangan angkat kupingnya karena kasian ada beberapa yang kupingnya patah karena kebanyakan gendong dengan cara diangkat dari kupingnya. Dijewer aja sakit kan, gimana rasanya kalo dijewer sampe badan kalian keangkat.

Oh ya di Orchid Forest ini juga ada area Amphitheater yang instagramable banget buat foto-foto. Malah Bulan Februari 2019 kemaren kan ada event Lalala Festival yang diisi oleh artis-artis terkenal, bahkan ada Kodaline loohh. Dan untuk spot utama di Orchid Forest ini yaitu Wood Bridge, jembatan gantung dari kayu yang melintang sepanjang 150m yang berada di ketinggian 23m dari permukaan tanah. Di Wood Bridge ini adalah spot foto yang paling rame, bahkan untuk lewat jembatannya pun gantian dan harus antri kalo rame. Disarankan kalo mau foto disini mending menjelang maghrib yah, karena nanti ada lampu yang menyala sepanjang jembatan yang bikin hasil foto makin cantik. Oh ya untuk Wood Bridge ini ga gratis yah, kalian harus beli tiket dulu seharga Rp. 20.000 untuk foto-foto di jembatan kayu ini, dan harga tersebut sudah termasuk flying fox untuk kembali dari titik akhir jembatan. Ada flying fox pastinya ada aktivitas outbound yang lain yang bisa kalian temukan disini, yaitu highrope yang harus beli tiket seharga Rp. 40.000. Atau kalo kalian mau beli paketan Wood Bridge, Flying Fox, dan Highrope bisa beli tiket paketan seharga Rp. 50.000.

Wood Bridge di orchid forest cikole 2

Jadi gimana menurut kalian? apakah worth harga tiket masuk sebesar Rp. 35.000 dengan sensasi pengalaman yang kalian dapatkan di Orchid Forest Cikole? kalo menurut gue pribadi sih untuk biaya masuk Rp.35.000 cukup mahal karena biasanya tempat wisata alam itu biaya masuknya murah, apalagi ditambah dengan berbagai macam tiket yang harus dibeli lagi untuk menikmati outbound dan beberapa spot permainan anak di bagian dalam Orchid Forest. Tapi gue cukup puas dengan keindahan alam yang disuguhkan, dan buat gue yang doyan fotografi, lumayan lah bisa jepret-jepret di beberapa spot yang disediakan.

3 comments found

  1. WADIDAAAAW! tempatnya instagramable banget mas! haha
    mau sekali ke sana, kapan ya?
    semoga saya bisa segera ke sana, bareng orang yg disayang biar kaya mas, ada objek foto sekalian bisa bikin baper yg lain wkwkw
    terima kasih sudah sharing, mas!

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.